Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA KALIMANTAN TIMUR

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA KALIMANTAN TIMUR

UNU KALTIM
Jurusan

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Farmasi

Kenali minat Farmasi lewat pengalaman produksi, bacaan tentang sediaan, refleksi pribadi, dan eksplorasi dasar ilmu obat serta pengendalian mutu.

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Farmasi

Minat pada Farmasi tidak selalu muncul karena seseorang sejak awal ingin bekerja sebagai apoteker atau di industri farmasi.

Kadang ketertarikan justru terlihat dari aktivitas sehari-hari: mencatat proses, memperhatikan mutu sediaan, melihat perubahan bahan, atau bertanya mengapa satu produk harus melalui tahapan tertentu sebelum dinyatakan layak.

Jika hal seperti itu membuat Anda terus penasaran, jangan langsung menyimpulkan bahwa Farmasi pasti cocok. Amati pertanyaan yang sering muncul, coba membaca bahan pengantar, lalu lihat apakah Anda masih ingin memahami dasar ilmiah obat dan mutu sediaan lebih jauh.

 

Saat Mempertanyakan Mutu Sediaan, Apa yang Ingin Anda Pahami Lebih Jauh?

Pekerja produksi farmasi dapat terbiasa mengikuti proses, mencatat hasil, memeriksa parameter tertentu, atau membantu memastikan prosedur berjalan sesuai ketentuan.

Namun, kegiatan tersebut sering memunculkan pertanyaan baru.

Mengapa komposisi dan proses harus dikendalikan? Mengapa perubahan kecil dapat memengaruhi mutu? Bagaimana suatu sediaan dinilai konsisten?

Pertanyaan yang terus muncul dapat menjadi petunjuk bahwa Anda tertarik bukan hanya menjalankan prosedur, tetapi juga memahami dasar ilmiah di balik proses tersebut.

 

Bagaimana Rutinitas Produksi Farmasi Membantu Mengenali Minat?

Coba catat tiga jenis aktivitas yang pernah Anda lakukan.

Pertama, aktivitas yang membuat Anda penasaran. Kedua, aktivitas yang terutama dilakukan karena tuntutan pekerjaan. Ketiga, aktivitas yang masih ingin Anda pelajari meskipun tugas sudah selesai.

Misalnya, Anda mungkin tertarik memahami alasan suatu parameter mutu harus diperiksa, tetapi kurang tertarik pada bagian administrasi tertentu.

Pisahkan juga antara minat, kemampuan saat ini, kebutuhan kualifikasi, dan hambatan waktu.

Belum kuat dalam kimia atau biologi bukan berarti Anda tidak memiliki minat. Pada tahap awal, yang lebih penting adalah apakah Anda menikmati proses mengamati, membaca, membandingkan, dan mencari penjelasan ilmiah.

 

Coba Aktivitas Sederhana untuk Menjelajahi Dasar Ilmu Obat

Pilih satu bahan pengantar mengenai proses pengembangan sediaan farmasi.

Baca bagian yang menjelaskan tujuan suatu tahapan, misalnya pencampuran, pembentukan sediaan, penyimpanan, atau pengendalian mutu.

Setelah itu, tulis beberapa pertanyaan ilmiah.

Mengapa tahapan tersebut diperlukan? Faktor apa yang dapat memengaruhi mutu? Mengapa stabilitas atau konsistensi perlu diperhatikan?

Tidak perlu meracik, menguji, atau mencoba membuat obat sendiri.

Latihan ini cukup dilakukan melalui bacaan dan refleksi. Tujuannya adalah melihat apakah Anda tertarik memahami hubungan antara bahan, proses, dan mutu secara lebih mendalam.

 

Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan yang Dipelajari di S1 Farmasi

S1 Farmasi mempelajari obat, bahan aktif, penggunaannya, serta dasar pengendalian mutu sediaan.

Rasa ingin tahu dari pengalaman kerja dapat dipetakan ke beberapa bidang seperti dasar ilmu obat, kimia, biologi, formulasi, dan pengendalian mutu.

Misalnya, ketertarikan pada perubahan sifat bahan dapat berkembang menuju kimia dan formulasi. Rasa penasaran terhadap konsistensi produk dapat mengarah pada pengendalian mutu.

Untuk melihat gambaran program secara lebih jelas, Anda dapat membaca halaman S1 Farmasi UNU Kaltim.

Baca juga: Pelajari S1 Farmasi UNU Kaltim

 

Dari Minat Belajar menuju Pemahaman Ilmiah Proses dan Mutu Sediaan

Minat tidak harus langsung berubah menjadi keputusan memilih jurusan.

Mulailah dari satu pertanyaan yang paling dekat dengan pengalaman Anda.

Misalnya, pilih satu tahapan proses yang sering Anda temui, cari bahan pengantar yang menjelaskan tujuannya, lalu catat hubungan antara bahan, proses, dan mutu.

Jika bagian tertentu terasa sulit, gunakan itu untuk mengenali bekal yang masih perlu diperkuat, seperti kimia, biologi, matematika dasar, atau kemampuan membaca materi ilmiah.

Pengalaman kerja, bacaan, latihan, dan refleksi dapat membantu Anda melihat apakah Farmasi benar-benar menjadi bidang yang ingin dipelajari secara lebih serius.

 

Kenali S1 Farmasi di UNU Kaltim untuk Melanjutkan Eksplorasi

UNU Kaltim menyediakan S1 Farmasi melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K) dengan metode Blended Learning dan Hybrid Learning.

Jadwal yang tercantum adalah Senin–Jumat pukul 16.30–18.30.

Waktu mulai pukul 16.30 perlu diperhatikan oleh pekerja yang masih memiliki aktivitas profesional hingga sore. Perkuliahan juga berlangsung setiap hari kerja, sehingga pengaturan perjalanan, tugas, belajar mandiri, dan istirahat menjadi bagian penting dari kesiapan kuliah.

Untuk calon mahasiswa dengan latar pendidikan non-sains, sumber data juga menekankan perlunya mengecek persyaratan kampus dan kesiapan mengikuti materi kimia, biologi, serta praktikum.

Informasi kampus dapat ditelusuri melalui kanal UNU Kaltim, sedangkan rincian program tersedia pada halaman S1 Farmasi UNU Kaltim.

S1 Farmasi menghasilkan gelar S.Farm.. Untuk menjadi apoteker, terdapat pendidikan profesi lanjutan dan persyaratan tersendiri setelah jenjang sarjana.

 

Langkah berikutnya cukup sederhana: pilih satu topik Farmasi yang paling dekat dengan pengalaman Anda, pelajari dasarnya melalui sumber yang aman dan akademik, lalu lihat apakah rasa ingin tahu tersebut semakin kuat.

Jika iya, bawa catatan minat dan pertanyaan tersebut saat berkonsultasi dengan PMB agar pembicaraan tentang program menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan belajar Anda.